Sejarah Edi Sudradjat

Sejarah Edi Sudradjat

 

Selamat datang di website kami, Panara Course Website kami akan memberikan informasi terkait Edi Sudradjat sebagai 10 Panglima TNI di Indonesia yang pastinya menarik untuk Anda. Jangan lupa juga periksa artikel kami yang lain seperti Kisah Jenderal Agum Gumelar. Baiklah langsung saja lanjutkan tanpa basa-basi. Selamat membaca.

 

Sudradjat adalah perwira tinggi pertama lulusan AMN yang menjadi Panglima ABRI. Selain itu, pada tahun yang sama ia diangkat menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan VI. Jabatan rangkap tersebut ia laksanakan sebelum ia menyerahkan jabatan Panglima ABRI kepada Jenderal TNI Feisal Tanjung, mantan Kasum ABRI yang melejit setelah memimpin DKP pada kasus Santa Cruz, Timor Leste. Terakhir ia menjabat sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Lulusan Akademi Militer Nasional angkatan pertama (1960) di mana ia juga terpilih sebagai lulusan terbaik angkatan tersebut, ia lalu ditugaskan sebagai Komandan Peleton di Batalyon Infanteri 515/Tanggul, Jember selama dua tahun (1961–1962) dan berpartisipasi dalam Operasi Trikora.

 

Edi Sudradjat lahir di Jambi, 22 April 1938 dan meninggal di Jakarta, 1 Desember 2006. Jenderal TNI (Purn) Edi Sudradjat merupakan satu-satunya orang yang pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI AD (KSAD), Panglima ABRI, dan Menteri Pertahanan dan Keamanan Indonesia dalam waktu yang bersamaan. Selama dua tahun setelah itu (85-86), Sudradjat diangkatkan sebagai Asisten Operasi Kasum ABRI sebelum lalu menjadi Letnan Jenderal untuk jabatan Wakil Kepala Staf TNI-AD dari tahun 1986 sampai 1988. Kemudian dari tahun 1988 sampai 1993, beliau menjadi Kepala Staf TNI-AD. Tahun 1993, beliau dipercaya menjadi Panglima ABRI menggantikan Try Sutrisno. Sudradjat yaitu perwira tinggi pertama lulusan AMN yang menjadi Panglima ABRI.

 

Selain itu, pada tahun yang sama beliau diangkatkan menjadi Menteri Pertahanan dan Keamanan dalam Kabinet Pembangunan VI. Jabatan rangkap tersebut beliau laksanakan sebelum beliau menyerahkan jabatan Panglima ABRI untuk Jenderal TNI Feisal Tanjung, mantan Kasum ABRI yang melejit setelah memimpin DKP pada kasus Santa Cruz, Timor Leste. Terakhir beliau menjabat sbg Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia. Kala menjabat KSAD, Edi termasuk pimpinan TNI yang menyerukan gerak-gerak yang dibuat back to basic atau "kembali ke barak" untuk tentara. Berfaedah tentara mesti mulai meninggalkan bidang usaha militernya dan benar-benar berkonsentrasi pada tugas-tugasnya sbg garda bangsa yang professional

 

Nah, para pembaca sekalian, bagaimana? Itulah tadi artikel mengenai Sejarah Edi Sudradjat yang sudah membuat banyak orang penasaran. Apakah informasi tadi sudah menjadi jawaban yang memuaskan untuk kalian? Kalau belum, maka jangan khawatir! Kalian bisa melakukan request di kolom komentar. Atau kalian juga bisa membaca artikel kami yang lain yang bisa kalian klik disini panara.id. Terima kasih sudah menyempatkan membaca, sampai jumpa lain waktu.

Recent Posts
WA WhatsApp
CALL Call