Kisah Hidup Jenderal TNI Djoko Santosa

Kisah Hidup Jenderal TNI Djoko Santosa

Selamat pagi, siang, sore, malam, wahai para pembaca! Kembali lagi bersama kami yang siap memberi suguhan informasi kepada Anda! Dan lagi, selamat datang di panara.id ! Tempat dimana Anda bisa menemukan informasi terkini seputar Abdi Negara favorit Anda. Untuk pembahasan sebelumnya, kami sudah memberikan informasi mengenai Sejarah Hari Pahlawan Indonesia , yang bisa Anda klik link nya sekarang juga. Click! Untuk kali ini, ada info yang pasti sudah Anda tunggu-tunggu, yaitu mengenai Biografi Jenderal TNI Djoko Santosa . Tertarik? langsung saja kita lanjut.

Tentang Jenderal TNI Djoko Santosa

Jenderal TNI Djoko Santosa merupakan Panglima TNI yang memimpin dari 28 Desember 2007 hingga 28 September 2010 dan berasal dari TNI Angkatan Darat. Jenderal TNI Angkatan Darat ini lahir di Surakarta Jawa Tengah pada 8 September 1952 dan menutup usia pada 10 Mei 2020. Sebelumnya Djoko pernah menjabat sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat dari 18 Februari 2005 hingga 28 Desember 2007. Karier Djoko di militer dimulai dengan menjabat sebagai Komandan Peleton 1 Kompi Senapan A Yonif 121/Macan Kumbang.

Ketika telah menjadi perwira tinggi ia memulai kariernya dengan menjabat Waassospol Kaster TNI (1998), Kasdam IV/Diponegoro (2000), Pangdivif 2/Kostrad (2001). Nama Djoko Santoso mulai berkibar setelah menjabat Panglima Kodam XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan (Pangkoopslihkam) 2002—2003 yang berhasil gemilang meredam konflik di Maluku, diteruskan dengan jabatan berikutnya sebagai Panglima Kodam Jaya Maret 2003 — Oktober 2003. Setelah itu karier seorang Djoko Santoso terus melejit hingga menjadi Wakil Kepala Staf TNI-AD (Wakasad) tahun 2003, Kepala Staf TNI-AD (Kasad) pada tahun 2005, dan akhirnya Panglima TNI pada tahun 2007—2010.

Pendidikan Djoko Sebelum masuk ke Akademi Militer yaitu bersekolah di SD Siswo Mangkunegaran Solo kemudian berlanjut ke SMP Negeri 2 Surakarta dan SMA Negeri Surakarta. Djoko kemudian masuk ke Akmil dan lulus pada tahun 1975. Kemudian melanjutkan pendidikan militer di Kursus Dasar Kecabangan Infentari (Sussarcabif) pada 1976, Kursus Lanjutan Perwira Tempur (Suslapapur) tahun 1987, Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Seskoad) tahun 1999 dan Lemhannas tahun 2005. Djoko bahkan melanjutkan pendidikan seperti menyandang gelar S1 Sarjana Ilmu Politik dan S2 Manajemen Ilmu Politik di Universitas Terbuka Kota Jakarta.

Selama masa hidupnya, Djoko dikenal sebagai sosok yang cerdas di sekolah maupun di lingkungan organisasinya. Djoko juga memiliki sikap yang tegas dengan kharisma yang cukup kuat yang membautnya disegani ketika menjabat menjadi panglima TNI. Ayahnya adalah seorang guru SMA sedangkan ibunya adalah ibu rumah tangga. Sebagai anak pertama dari sembilan bersaudara, sejak kecil Djoko sudah terbiasa hidup sederhana, apalagi setelah ayahnya pensiun. Ia bertekad untuk belajar sungguh-sungguh dan mengubah nasib keluarga sederhananya.

Sikap menegakkan keadilan dan melindungi orag lain sudah terlihat sejak dini ketika semasa kecil ia akan membela dan melindungi adik-adiknya ketika dinakali dan diganggu oleh orang lain. Karakter yang sudah tertanam tersebut pun akhirnya terbawa hingga ia dewasa dan memutuskan untuk berada di karir sebagai pelindung keamanan tanah air tercinta. Selain itu, akibat didikan orang tuanya yang menerapkan disiplin tinggi dalam kesehariannya di rumah, Djoko pun memiliki kedisiplinan tinggi yang melekat kuat. Kedisiplinanya itu membuat Djoko sudah terbiasa ketika menjalani pendidikan militer, ia bahkan sering dihukum oleh ayahnya ketika melakukan kesalahan sehingga ia pun tumbuh dengan disiplin yang kuat. Walaupun begitu, Djoko adalah seseorang yang sangat peduli dengan orang lain seperti adik-adiknya, orang taunya, dan teman seperjuangannya.

Hingga akhir masa hidupnya, ia masih rendah hati dan sering pulang ke tempat kelahirannya di Surakarta. Djoko wafat akibat sakit yang dideritanya di RSPAD Gatot Subroto Jakarta pada umur 67 tahun. Jenazahnya kemudian dimakamkan di Sandiedo Hills, Karawang, Jawa Barat.

Itulah Kisah Hidup Jenderal TNI Djoko Santosa , jangan lupa kunjungi artikel lain Panara Course untuk informasi menarik lainnya ya! Terima kasih sudah membaca, sampai jumpa lain waktu!

Recent Posts
WA WhatsApp
CALL Call