SEJARAH HARI PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

SEJARAH HARI PAHLAWAN NASIONAL INDONESIA

Dapat menyelesaikan masalah merupakan salah satu kemampuan Panara Course. Apapun masalah Anda yang berkaitan dengan Jasa Bimbel TNI dan POLRI, kami mampu menyelesaikannya. Karena kami merupakan website perusahaan yang sudah berpengalaman dalam memberikan solusi di bidang tersebut. Tidak salah apabila Anda mengklik website ini untuk sumber mencari solusi. Penasaran? Di artikel ini Anda akan mendapatkan jawabannya. Secara khusus kami persembahkan untuk Anda. Cepat swipe dan dapatkan penawaran menarik dan bermanfaat untuk kalian semua. Cek cek cek cek!

Tanggal 10 November diperingati sebagai hari pahlawan nasional? Ada yang tau sejarahnya hingga tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari pahlawan? Nah, jadi begini sejarahnya:

Latar belakang Hari Pahlawan

Tanggal 10 November ditetapkan menjadi hari Pahlawan Nasional sejak tahun 1959 melalui Keppres Nomor 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959. Mengapa? Tanggal tersebut ditetapkan sebagai hari Pahlawan karena pada tanggal 10 November 1945 pernah terjadi sebuah pertempuran di Surabaya yang berlansung selama 3 minggu dengan jumlah tentara sekutu mencapai 15.000 pasukan yang menyebabkan sekitar 6000 rakyat Indonesia gugu dalam peristiwa tersebut. Oleh karena itu, tanggal 10 November ditetapkan sebagai hari Pahlawan untuk mengenang Pertempuran Surabayaa.

Sejarah Hari Pahlawan

Sejak memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, kehidupan bangsa Indonesia masih terombang-ambing dan tidak stabil. Banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi pascakemerdekaan. Pada 1 September 1945 pemerintah mengeluarkan maklumat untuk mengibarkan bendera kebangsaan yaitu Sang Saka Merah Putih ke seluruh wilayan tanah air. Gerakan pengibaran bendera tersebut pun langsung meluas ke berbagai tempat dan disambut antusias oleh rakyat Indonesia. Namun, pada pertengahan September tentara Inggris mendarat di Jakarta dan tiba di Surabaya pada tanggal 25 September 1945. Tentara Inggris AFNEI datang bersama NICA dengan tujuan melucuti tentara Jepang, membebaskan tawanan, dan mengembalikan Indonesia ke tangan Belanda. Hal tersebut memicu kemarahan rakyat Indonesia karena dianggap Belanda menghina kemerdekaan Indonesia dan melecehkan bendera Indonesia sehingga rakyat protes di depan Hotel Yamato. Aksi protes itu semakin memanas tatkala rakyat meminta bendera Belanda diturukan dan sebagai gantinya bendera Merah Putih dikibarkan. Puncaknya, pada perundingan Indonesia Belanda yang kian meruncing terjadilah perkelahian dalam perundingan tersebut hingga Ploegman mengeluarkan pistol. Ploegman akhirnya tewas dicekik oleh Sidik dan pada akhirnya perundingan di Hotel Yamato menjadi kian ricuh. Hariyono dan Koesno Wibowo berhasil merobek bagian biru bendera Belanda sehingga menyisakan warna Merah Putih seoerti bendera Indonesia. Kemudian pada tanggal 29 Oktober 1945 Inggris dan Indonesia sepakat untuk melakukan gencatan senjata. Keesokan harinya, keadaan masih ricuh bahkan menyebabkan Brigadir Jenderal Mallaby, seorang tentara Inggris tewas tertembak bahkan mobil yang ditumpanginya meledak. Melalui Mayor Jenderal Robert Manserg yang menggantikan Mallaby, ia memberikan ultimatum bahwa semua pimpinan maupun rakyat Indonesia yang bersenjata harus melapor serta meletakkannya di tempat yang ditentukan. Tidak hanya itu, rakyat Indonesia juga diminta untuk menyerahkan diri dengan mengangkat tangan di atas dengan batas ultimatum pada pukul 06.00 tanggal 10 November 1945. Rakyat Indonesia yang tidak terima pun akhirnya marah dan membuat keadaan semakin ricuh sehingga terjadilah pertempuran 10 November di Surabaya.

Terima kasih karena Anda telah memilih website Panara Course untuk mencari solusi atas permasalahan Anda terkait Jasa Bimbel TNI dan POLRI. Langkah selanjutnya adalah silahkan hubungi kami di nomor yang telah tertera untuk bergabung bersama kami. Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan, memang kami solusi tepat untuk Anda. Jadi, jangan tunggu lama-lama dan lihat hasilnya!

Recent Posts
WA WhatsApp
CALL Call