Daftar Isi
Halo Sobat Panara!
Bagaimana persiapan kalian menuju seleksi TNI tahun ini? Akhir-akhir ini banyak banget yang tanya, "Min, sebenarnya Tes Wartegg TNI itu masih 8 kotak atau sudah berubah jadi 12 kotak sih?"
Wajar sih kalau kalian bingung. Selama bertahun-tahun, referensi yang beredar di internet maupun buku latihan psikotes mayoritas masih membahas format klasik 8 kotak. Namun, untuk seleksi tahun 2026 ini, jawabannya adalah 12 Kotak! Ya, TNI kini menerapkan standar baru dengan jumlah kotak yang lebih banyak. Perubahan ini tentu menuntut kesiapan mental dan strategi yang berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Jadi, sudahkah kamu mempersiapkan diri untuk menghadapi tes wartegg ini? Jika belum, yuk kita bedah tuntas mulai dari pengertian hingga tips mengerjakan Tes Wartegg TNI agar kamu lolos dengan nilai maksimal!
Pengertian Tes Wartegg
Tes Wartegg merupakan salah satu tes psikologi yang akan digunakan untuk menilai aspek kepribadian kita melalui interpretasi sebuah gambar. Seperti yang sudah MinRa jelaskan diawal tadi, tes ini sekarang sudah terdiri dari 12 kotak. Setiap kotak masing masing memiliki pola atau simbol tertentu. Nah, dari 12 kotak tersebut, nantinya peserta diharapkan bisa melanjutkan gambar sesuai dengan kreativitas dan juga imajinasinya.
Cara Mengerjakan Tes Wartegg
1. Memahami Jumlah dan Struktur Kotak
Untuk sekarang standar Tes Wartegg terdiri dari 12 kotak. Setiap kotak memiliki stimulus atau tanda kecil (seperti titik, garis lengkung, garis kaku, atau kotak kecil) yang letaknya spesifik. Nah, tanda-tanda ini bukan coretan tinta yang tidak sengaja. Coretan tersebut bertujuan untuk melihat bagaimana kamu merespons masalah, data, atau situasi tertentu. Dari sebuah coretan tersebut, kamu harus menjadikan coretan tersebut menjadi suatu gambar yang lengkap.
2. Strategi Urutan Pengerjaan
Meskipun bebas, urutan yang kamu pilih mencerminkan pola pikir dan cara kerja kamu:
Urutan Berurutan (1, 2, 3...): Menunjukkan kamu orang yang sistematis, teratur, dan kaku pada aturan.
Urutan Acak: Menunjukkan kamu orang yang fleksibel, kreatif, dan dinamis.
Sebaiknya gunakan kombinasi. Jangan terlalu kaku (1-2-3-4-5...), tapi juga jangan terlalu acak tak beraturan (misal: 8-1-7-2...) karena bisa dianggap tidak stabil atau labil. Cobalah variasi seperti 1, 2, 3, 4, 8, 7, 6, 5.
3. Mengembangkan Imajinasi
Ini adalah inti dari tes. Psikolog melihat bagaimana kamu mengelola sebuah coretan menjadi gambar. Jadi, gambarlah sesuatu yang konkret dan jelas. Hindari menggambar abstrak yang sulit dipahami orang lain.
4. Tidak Ada Benar atau Salah
Penilaian berdasarkan kreativitas dan imajinasi, bukan benar/salah. Jadi, kamu gak perlu takut gambar kamu jelek. Karena psikolog tidak menilai keindahan seni, melainkan:
Tarikan Garis: Garis yang terlalu tebal menandakan kecemasan atau agresivitas, garis terlalu tipis menandakan keraguan atau kurang percaya diri.
Tekanan Pensil: Tekanan yang stabil menunjukkan stabilitas emosi.
Kebersihan: Kertas yang terlalu kotor karena banyak hapusan bisa menandakan keragu-raguan atau kecemasan berlebih.
5. Analisis Psikologis
Untuk hasil penilaian nanti akan dilakukan analisis terlebih dahulu oleh psikolog.
Contoh Hasil Pengerjaan Tes Wartegg TNI
Contoh Soal Tes Wartegg TNI
Contoh Hasil Pengerjaan Tes Wartegg
Berapa Waktu Pengerjaan Tes Wartegg TNI?
Umumnya waktu yang diberikan untuk pengerjaan tes wartegg TNI adalah 15 - 30 menit. Semua peserta seleksi harus menyelesaikan 12 gambar tadi dalam waktu tadi. Oleh karena itu, ketenangan dan manajemen waktu sangat penting di tes ini agar hasilnya nanti bisa maksimal.
Tips Strategis Mengerjakan Tes Wartegg
Tes Wartegg bukan sekadar tes menggambar, melainkan jendela bagi rekruter untuk melihat kepribadian, kreativitas, dan cara kamu menyelesaikan masalah. Agar hasil coretan kamu memberikan kesan yang optimal, berikut adalah penjabaran dari tips-tips di atas:
1. Menjaga Kebersihan Lembar Kerja
Kebersihan kertas mencerminkan ketelitian dan kemampuan kamu dalam mengorganisasi pekerjaan. Lembar kerja yang penuh noda hitam bekas hapusan atau bekas tangan yang kotor menunjukkan bahwa kamu adalah pribadi yang kurang rapi atau bahkan ceroboh.
Jadi, pastikan tangan kamu kering dan jangan terlalu sering menghapus. Jika terpaksa menghapus, pastikan sisa karet penghapus dibersihkan dengan lembut tanpa meninggalkan bekas hitam atau kertas yang lecek.
2. Mulai dari Kotak yang Paling Mudah
Waktu dalam psikotes sangat terbatas. Dengan mengerjakan kotak yang menurut kamu paling mudah terlebih dahulu, kamu bisa membangun rasa percaya diri dan momentum untuk menyelesaikan kotak yang lebih sulit. Selain itu, urutan pengerjaan yang acak (tapi teratur) seringkali dinilai sebagai tanda bahwa kamu adalah orang yang fleksibel dan kreatif.
Perhatikan! Meskipun kamu mengerjakan secara acak, jangan lupa untuk memberikan nomor urut pengerjaan gambar sesuai instruksi penguji.
3. Hindari Merevisi atau Menghapus Gambar secara Berlebihan
Terlalu banyak coretan atau bekas hapusan pada satu kotak menandakan keragu-raguan dan kecemasan. Dalam dunia kerja, ini bisa diinterpretasikan sebagai ketidakmampuan untuk mengambil keputusan dengan cepat dan mantap.
Cobalah pikirkan konsep gambar selama beberapa detik sebelum ujung pensil menyentuh kertas. Sekali kamu mulai menarik garis, teruskanlah hingga membentuk sebuah objek yang utuh.
4. Gambarlah Setiap Bagian secara Detail
Detail dalam gambar menunjukkan sejauh mana tingkat fokus dan kemampuan analisis yang kamu lakukan untuk menyelesaikan suatu masalah. Gambar yang terlalu sederhana atau terlihat biasa saja (seperti hanya garis tanpa bentuk) bisa memberi kesan bahwa kamu kurang bersemangat atau memiliki perhatian yang rendah terhadap hal-hal kecil.
Tips: Jika stimulusnya berupa titik kecil, jangan hanya menjadikannya pusat bunga, tapi tambahkan elemen lain di sekitarnya seperti kelopak, tangkai, atau latar belakang yang relevan agar gambar terlihat lebih hidup.
5. Kontrol Tekanan Pensil
Dalam ilmu grafologi, tekanan pensil yang terlalu kuat hingga membekas ke halaman belakang sering kali dikaitkan dengan sifat keras kepala atau emosionalitas yang tinggi. Sebaliknya, tekanan yang terlalu tipis menunjukkan kurangnya energi atau rasa percaya diri.
Gunakan tekanan yang sedang. Pastikan garis yang kamu buat terlihat jelas namun tidak sampai merusak tekstur kertas.
Ingat ya Sobat Panara, tes wartegg ini bukan tes psikologi yang biasa, karena hasil gambarmu tadi akan menunjukan sisi kepribadianmu, mulai dari cara berpikir, emosi, pengambilan keputusan, dan psikologis. Apalagi dengan waktu yang hanya kurang dari 30 menit, kamu harus bisa menyelesaikan 12 gambar tadi secara kreatif dan logis. Dan setiap gambar di 12 kotak tadi bisa mencerminkan bagaimana cara kamu menghadapi tantangan dan tekanan di dunia militer.
Nah, kabar baiknya di kelas Bimbel TNI yang sediakan Panara Course sudah tersedia modul wartegg 12 kotak yang lengkap banget. Mulai dari strategi menggambar, contoh-contoh jawaban psikologis yang dinilai bagus, sampai pembahasan tiap kotak satu per satu. Untuk informasi lebih lanjut, Sobat Panara bisa menghubungi nomor yang tertera di panara.id.